fdakwah@uinkhas.ac.id -

Filosofi Bambu di Balik Predikat Yudisi Terbaik Fakultas Dakwah

Home >Berita >Filosofi Bambu di Balik Predikat Yudisi Terbaik Fakultas Dakwah
Diposting : Selasa, 27 Jan 2026, 06:22:38 | Dilihat : 111 kali
Filosofi Bambu di Balik Predikat Yudisi Terbaik Fakultas Dakwah


JEMBER, MEDICEN FADA - Muhammad Riyan Fadli Hizbullah dinobatkan sebagai lulusan terbaik dalam Yudisium ke-33 Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember. Mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah ini berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,86. Prestasi ini mengantarkan putra asal Banyuwangi ini menjadi yang terbaik dari 182 lulusan yang mengikuti yudisium di Hotel Royal Jember pada Senin (26/1/2026).

Riyan, mengaku terkejut ketika diumumkan sebagai yudisium terbaik. Ia bahkan tidak menyangka akan mendapatkan predikat tersebut. Saat diberi kesempatan berbicara di atas panggung, Riyan menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada para dosen dan teman-teman yang telah mendampingi sepanjang perkuliahan.

Selanjutnya, Riyan berbagi kisah kehidupan yang ia pegang erat selama masa kuliah. Dia pun memaparkan filosofi bambu yang dijadikan pegangan dalam menuntut ilmu. Menurutnya, bambu membutuhkan waktu lima tahun pertama untuk menguatkan akarnya, baru setelah itu ia bisa tumbuh tinggi dan kokoh. Filosofi ini menggambarkan bagaimana pentingnya menguatkan mental, karakter, dan dasar keilmuan sebelum mencapai puncak keberhasilan.

"Bambu tidak langsung tumbuh tinggi. Pada awalnya, ia menguatkan akarnya. Hal ini mengajarkan kita untuk terus membangun pondasi yang kokoh agar tidak mudah goyah ketika mencapai posisi tertentu," jelasnya.

Selama menjalani perkuliahan, Riyan tidak pernah menargetkan untuk meraih predikat tertentu. Baginya, rezeki datang kepada siapa saja yang menjalani dengan kesungguhan dan konsistensi. Ia mengingat kembali masa Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Ia berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap tugas, aktif dalam organisasi, dan menghidupkan suasana kelas dengan diskusi dan partisipasi.

Selain itu, Riyan juga aktif sebagai Master of Ceremony (MC), sebuah pengalaman yang menurutnya sangat berharga dalam mengembangkan diri. “Kesempatan seperti itu jarang datang. Ketika ada peluang, manfaatkan sebaik mungkin, lakukan dengan maksimal tanpa terlalu memikirkan hasilnya,” ujar Riyan, yang menyadari bahwa perjalanan dirinya masih panjang.

Koordinator Program Studi Manajemen Dakwah, Apriliya Fitriani, S.M.B., M.M., menyampaikan rasa bangganya terhadap Riyan, yang dikenal sebagai mahasiswa aktif dan kreatif. "Riyan selalu menunjukkan inovasi dan kapabilitas baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Itulah yang menjadikannya layak untuk berdiri di podium sebagai yudisium terbaik," ujar Apriliya.

Apriliya juga mengapresiasi seluruh mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah yang telah menunjukkan upaya maksimal dalam meningkatkan kapabilitas diri selama empat tahun masa studi. Ia berpesan agar para lulusan dapat memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang didapat untuk kebaikan bersama. Tak lupa ia juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka.

Dengan predikat yudisium terbaik yang diraih, Riyan mengingatkan kita semua tentang pentingnya perjalanan yang tidak hanya terukur dari hasil akhir, tetapi juga dari proses yang dijalani dengan penuh kesungguhan dan integritas. Sebagaimana filosofi bambu, kekuatan sejati datang setelah pondasi yang kuat terbentuk. (*)

Penulis: Rizky Hidaytullah

Foto: Bagus Kurniawan

Editor: Abdul Choliq, Firdaus D Cahyo, Nuzul Ahadiyanto

 

Berita Terbaru

Mengenang Dr. Minan Jauhari: Jejak Tenang yang Tak Pernah Hilang
03 Feb 2026By dakwah
Angkat Feminisme, Lulusan KPI Raih Prestasi Skripsi Terbaik
27 Jan 2026By dakwah
Filosofi Bambu di Balik Predikat Yudisi Terbaik Fakultas Dakwah
27 Jan 2026By dakwah

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru

Lowongan

;