437 Mahasiswa FD Terjun Ke Masyarakat Terapkan Ilmu Dakwah
LUMAJANG, MEDICEN FADA – Sebanyak 437 mahasiswa Fakultas Dakwah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember diterjunkan ke masyarakat melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL) secara serentak pada Selasa (13/1/2025). Mereka disebar di 73 Kantor urusan Agama (KUA) yang ada di empat kabupaten. Masing-masing Kabupaten Banyuwangi 20 KUA, Lumajang 19 KUA, Bondowoso 22 KUA dan Situbondo 12 KUA.
Para mahasiswa akan mempraktikkan ilmu dakwah yang didapat di bangku kuliah di tengah-tengah masyarakat selama satu bulan, mulai 13 Januari hingga 13 Februari 2025. Mahasiswa yang melakukan PKL didampingi oleh 47 dosen pembimbing lapangan (DPL) dari kampus dan 73 dosen pamong dari penyuluh agama yang ada di KUA.
Sama seperti tahun sebelumnya, PKL tahun ini dibagi menjadi dua kategori. Masing-masing PKL reguler yang diikuti 420 mahasiswa dan PKL berbasis riset yang diikuti 17 mahasiswa. Khusus untuk wilayah Lumajang, ada 121 mahasiswa yang ikut PKL. Masing-masing 17 mahasiswa diterjunkan dalam PKL berbasis riset dan sisanya PKL reguler.
”Untuk PKL berbasis riset difokuskan di dua desa yang ada di Kecamatan Candipuro Lumajang. Masing-masing di Desa Sumbermujur dan Desa Jugosari,” papar Dr. Minan Jauhari, S.Sos.I, M.Si, Wadek 3 Fakultas Dakwah saat penyerahan mahasiswa PKL di Kantor Kemenang Lumajang.
Menurut Minan, mereka yang mengikuti PKL berbasis riset akan mengkaji praktik-praktik sosial keagamaan yang terkait dengan pelestarian lingkungan. Hal ini disesuaikan dengan tema sentral yang telah dicanangkan oleh Menteri Agama. Sedangkan untuk PKL reguler akan berfokus pada 12 isu yang selama ini menjadi program Kementerian Agama. Diantaranya produk halal, moderasi beragama, anti korupsi, kerukunan umat beragama, pencegahan NAPZA dan HIV/AIDS, pencegahan gerakan aliran keagamaan bermasalah serta haji dan umroh.
Kepada para mahasiswa, Minan berpesan agar ke-12 isu itu bisa diinisiasi untuk memunculkan gagasan-gagasan baru yang bisa dibagikan ke masyarakat. ”Yang juga tak kalah penting, saat terjun ke masyarakat, mahasiswa jangan menunjukkan sebagai orang yang merasa paling bisa segalanya, justru harus menjadikan masyarakat sebagai guru kita,” pintanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Lumajang Hidayatullah S.Kom, menyambut positif kehadiran mahasiswa yang diterjunkan di wilayahnya. Dari 21 KUA yang ada di lumajang, 19 KUA bakal ditempati mahasiswa Fakultaas Dakwah UIN KHAS untuk mempraktikkan teori yang didapat dari bangku kuliah. Mahasiswa akan membantu tugas para penyuluh yang ada di KUA saat terjun ke masyarakat.
Menurut Hidayatullah, saat ini Kemenag Lumajang memiliki 99 penyuluh yang tersebar di 21 KUA. ”Tidak semua penyuluh beragama Islam. Dari 99 peynuluh, tiga diantaranya beragama Hindu. Sebab, di Lumajang juga ada beberapa desa yang penduduknya agak dominan sebagai pemeluk agama Hindu,” paparnya.
Penempatan mahasiswa Fakultas dakwah di KUA menurutnya sangat tepat. Mengingat, KUA merupakan garda terdepan sebagai ladang dakwah memiliki dua fungsi utama. Yaitu sebagai penghulu dan sebagai penyuluh agama. ”Mahasiswa mempraktikkan ilmunya sebagai penyuluh agama,” pungkasnya. (*)
Penulis: Abdul Choliq
Foto: Abdul Choliq
Editor: Abdul Choliq, Firdaus Dwi, Nuzul Ahadiyanto


