JEMBER,
MEDICEN FADA — Eksploitasi alam yang marak terjadi di Indonesia terus
menuai kritik dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat awam hingga
mahasiswa. Sebagai bentuk
respons kritis, Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam
(HMPS KPI) UIN KHAS Jember menggelar nonton bareng (nobar) dan diskusi film
dokumenter “Sexy Killers”, Jumat (12/6/2026).
Acara yang diinisiasi oleh Bidang Keilmuan HMPS KPI
ini dilaksanakan di Fakultas Dakwah dengan menghadirkan salah satu mahasiswa
pascasarjana UIN Khas Jember, Aldi Asy Saikh Ar Rois, S.Sos., sebagai pemateri.
Untuk memantik daya kritis, peserta nobar dibagi
menjadi tim pro dan kontra untuk membedah isi film.
Sebagai informasi, Sexy Killers merupakan film
dokumenter yang membongkar dampak industri pertambangan batu bara dan
pembangkit listrik, khususnya di wilayah Kalimantan Timur.
"PLTU yang bersumber dari batu bara ini secara
tidak langsung menjadi 'pembunuh'. Asap hasil pengelolaan dan limbah yang
terbuang mencemari ekosistem alam, bahkan hingga menyebabkan kematian
warga," ujar Rois dalam pemaparannya.
Melalui debat interaktif antara tim pro dan kontra,
acara ini berhasil memicu adu argumen dan perbedaan sudut pandang yang mendalam
di kalangan mahasiswa. Diskusi ini
diharapkan dapat melatih mahasiswa untuk berpikir lebih kritis terhadap isu
lingkungan.
Adel, salah satu peserta nobar, mengaku mendapatkan
sudut pandang baru setelah menyaksikan film tersebut.
"Melalui film Sexy Killers ini, saya
belajar bahwa setiap tindakan yang kita lakukan harus selalu mempertimbangkan
dampaknya bagi orang lain," tuturnya.
Melalui ruang diskusi seperti ini, mahasiswa berharap
kerusakan alam akibat eksploitasi dapat segera dibenahi dan ditindaklanjuti
oleh pihak berwenang. (*)
Penulis: Nurul Masitoh Karimah
Foto : Bagus
Kurniawan
Editor : Abdul
Choliq, Firdaus Dwi C, Nuzul Ahadianto