Fakultas Dakwah UIN KHAS Luncurkan Pusat Studi Lansia, Dorong Kajian Berdampak

28 Oktober 2026, 16:07 | admin2 | 82 hits | Akademik

JEMBER, MEDICEN FADA — Fakultas Dakwah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember meluncurkan Pusat Studi Kesejahteraan Lansia sebagai wadah pengembangan kajian, edukasi, dan pengabdian masyarakat terkait persoalan lanjut usia. Peluncuran dilakukan bersamaan dengan seminar di Hotel Bintang Mulia, Jember, Rabu (28/10/2026).

Kehadiran pusat studi tersebut diharapkan memperkuat kontribusi akademik Fakultas Dakwah dalam merespons persoalan kesejahteraan lansia. Programnya dapat dikembangkan melalui penelitian, edukasi masyarakat, pendampingan sosial, serta kolaborasi dengan keluarga, komunitas, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Wakil Rektor I UIN KHAS Jember Prof. Dr. M. Khusna Amal, S.Ag., M.Si. menegaskan bahwa keberadaan sebuah organisasi atau institusi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Organisasi bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan bagian penting dari struktur sosial masyarakat. Organisasi memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah persoalan sosial, membangun kesadaran kolektif, dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Menurut Khusna Amal, keberadaan organisasi tidak cukup hanya terlihat dalam struktur kelembagaan, tetapi harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pesan tersebut menjadi penting dalam konteks berdirinya Pusat Studi Kesejahteraan Lansia. Kajian akademik tentang lansia diharapkan tidak berhenti pada diskusi teoritis, tetapi mampu melahirkan rekomendasi dan program yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Lansia Bukan Sekadar Penerima Bantuan

Kesejahteraan lansia tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan material. Kelompok lanjut usia juga membutuhkan penghormatan terhadap martabat, dukungan sosial, akses terhadap informasi dan layanan, serta ruang untuk tetap berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.

Karena itu, lansia tidak semestinya hanya diposisikan sebagai penerima bantuan. Mereka juga memiliki pengalaman, pengetahuan, nilai, dan sejarah kehidupan yang dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi berikutnya.

Keberadaan Pusat Studi Kesejahteraan Lansia diharapkan dapat menjadi ruang untuk memahami persoalan tersebut secara lebih komprehensif sekaligus mendorong pendekatan yang lebih inklusif.

Seminar dalam rangka peluncuran pusat studi menghadirkan Prof. Dr. Tri Budi Raharjo dan Dr. Tri Suratmi, M.Pd. sebagai pemateri. Keduanya membahas persoalan kesejahteraan lansia dari perspektif akademik dan sosial.

Dorong Solidaritas Antargenerasi

Peluncuran pusat studi yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda juga dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas antargenerasi.

Jika generasi muda memiliki energi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, lansia memiliki pengalaman hidup dan pengetahuan yang terbentuk dari perjalanan panjang. Pertemuan dua generasi tersebut dapat menjadi kekuatan sosial apabila dibangun melalui komunikasi, penghormatan, dan keterlibatan yang setara.

Generasi muda juga dapat mengambil peran melalui edukasi, pendampingan sosial, pengembangan komunikasi antargenerasi, maupun pemanfaatan teknologi yang lebih ramah lansia.

Namun, program untuk kelompok lanjut usia perlu dibangun berdasarkan kebutuhan nyata mereka, bukan sekadar asumsi mengenai apa yang dianggap baik bagi lansia.

Perlu Program Berkelanjutan

Sebagai institusi yang mengembangkan keilmuan dakwah, Fakultas Dakwah memiliki ruang untuk menghubungkan kajian akademik dengan persoalan sosial masyarakat.

Dakwah dalam konteks tersebut tidak hanya dipahami sebagai penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian, pendampingan, penguatan solidaritas, dan upaya menjaga martabat manusia.

Karena itu, keberhasilan Pusat Studi Kesejahteraan Lansia tidak hanya ditentukan oleh peluncurannya, tetapi terutama oleh keberlanjutan program, kualitas kajian, serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Melalui pusat studi ini, Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember diharapkan dapat memperkuat penelitian dan pengabdian terkait lansia serta mendorong lahirnya kolaborasi lintas disiplin dan lintas generasi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN KHAS Jember Dr. H. Nawawi, M.Fil.I.; Dekan Fakultas Dakwah Prof. Dr. Fawaizul Umam, M.Ag.; Wakil Dekan I Dr. Uun Yusufa, M.A.; Wakil Dekan II Dr. Achmad Fathor Rosyid, S.Sos., M.Si.; Wakil Dekan III Dr. Ahmad Winarno, M.Pd.I.; serta Kepala Bagian Tata Usaha Sunarto, S.E.

Penulis: Rizky Hidayatullah
Foto: Lukman
Editor: Abdul Choliq, Firdaus Dwi Cahyo

Berita Terbaru