JEMBER – Tak
perlu cara yang rumit untuk menjaga prestasi akademik. Bagi Farras Nabila Al
Ghifari, kebiasaan sederhana mencatat penjelasan dosen justru menjadi salah
satu hal yang membantunya menuntaskan kuliah dalam waktu kurang dari empat
tahun.
Mahasiswa Program
Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember itu berhasil
menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 10 bulan 5 hari dengan IPK 3,87.
Capaian tersebut
mengantarkan Farras meraih predikat yudisium terbaik dalam Yudisium ke-35
Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember di Hotel Bintang Mulia Jember, Rabu
(16/9/2026).
Dalam momentum
tersebut, Farras resmi menyandang gelar Sarjana Sosial (S.Sos.).
Di balik capaian
akademiknya, Farras mengaku menjalani kebiasaan yang sebenarnya cukup sederhana
selama kuliah: berusaha mencatat materi yang disampaikan dosen.
Ia sebisa mungkin
tidak melewatkan penjelasan selama proses pembelajaran, termasuk hal-hal kecil
yang disampaikan di ruang kuliah.
Baginya, mencatat
bukan sekadar rutinitas saat mengikuti perkuliahan. Catatan menjadi bekal
ketika ia harus memahami kembali materi, mengerjakan tugas, maupun menghadapi
proses pembelajaran berikutnya.
Tak Hanya
Mengejar Nilai
Perjalanan kuliah
Farras juga tidak hanya diisi dengan aktivitas akademik.
Ia aktif mengikuti
kegiatan organisasi selama menjadi mahasiswa. Aktivitas tersebut menjadi bagian
dari proses belajar di luar ruang kelas sekaligus memperkaya pengalaman selama
menjalani pendidikan di perguruan tinggi.
Kombinasi antara menjaga
proses akademik, aktif berorganisasi, dan konsisten menjalani perkuliahan
akhirnya membawanya menyelesaikan studi dalam waktu kurang dari empat tahun.
Meski berhasil
meraih IPK 3,87 dan menjadi peserta yudisium terbaik, Farras tidak melihat
prestasi tersebut semata-mata sebagai hasil akhir.
Capaian itu,
baginya, merupakan akumulasi dari proses dan kebiasaan yang dilakukan secara
konsisten selama kuliah.
Pesan untuk
Mahasiswa
Farras pun
menitipkan pesan kepada mahasiswa Fakultas Dakwah yang masih menjalani
perkuliahan agar tidak kehilangan semangat dalam belajar.
Menurutnya, kuliah
tidak sekadar tentang mengejar angka di transkrip akademik atau mendapatkan
gelar.
“Terus semangat
belajar, karena kuliah merupakan kewajiban dan tanggung jawab,” pesannya.
Perjalanan Farras
menunjukkan bahwa capaian akademik tidak selalu lahir dari langkah-langkah
besar.
Memperhatikan
penjelasan dosen, mencatat materi, aktif mengikuti organisasi, serta konsisten
menjalani proses menjadi kebiasaan yang turut mengantarkannya menutup masa
kuliah dengan predikat yudisium terbaik.
Kini, setelah 3
tahun 10 bulan 5 hari menjalani pendidikan di Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember,
Farras mengakhiri satu fase dengan IPK 3,87 sekaligus membawa satu pelajaran
sederhana, konsistensi dalam kebiasaan kecil dapat menghasilkan capaian besar.
Penulis: Rizky Hidayatullah
Foto: Lukman
Editor: Abdul Choliq, Firdaus Dwi Cahyo