JEMBER,
MEDICEN FADA (16/10/2026) – Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HMPS
KPI) Fakultas Dakwah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember menghadirkan
influencer Jasmine Abbad dan CEO Welldone Group Ahmad Wildan R. dalam pembukaan
Communication Festival (COMFEST) 2026 di Aula Perpustakaan UIN KHAS Jember,
Jumat (16/10). Kegiatan yang dikemas dalam bentuk talk show tersebut
bertujuan meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa sekaligus menumbuhkan jiwa
kewirausahaan di era digital.
Kedua
narasumber dihadirkan untuk berbagi pengalaman tentang peluang pengembangan
diri dan usaha. Jasmine Abbad, influencer asal Jember, mewakili bidang
kreativitas dan personal branding di media sosial. Sementara itu, Ahmad Wildan
R. merupakan pelaku usaha yang memimpin Welldone Group, perusahaan yang
bergerak di bidang peralatan digital.
Ketua
Program Studi KPI UIN KHAS Jember, Dr. Ahmad Hayyan Najikh, M.Kom.I.,
menyampaikan bahwa COMFEST sejalan dengan arah pengembangan kompetensi
mahasiswa KPI. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori
komunikasi, tetapi juga perlu membangun kepercayaan diri serta kemampuan
membaca peluang usaha.
Keterampilan
berbicara di hadapan publik dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan
teknologi dinilai menjadi bekal penting bagi lulusan KPI. Terlebih, industri
kreatif dan digital terus berkembang sehingga mahasiswa dituntut memiliki
kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Selain talk
show, COMFEST 2026 juga menggelar sejumlah perlombaan, yakni dai dan
daiyah, reporter, film pendek, serta futsal. Kegiatan tersebut melibatkan
mahasiswa KPI dan pelajar tingkat SLTA se-Jember.
Ketua
HMPS KPI menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung
penyelenggaraan COMFEST 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian
dari program kerja HMPS KPI, dengan rangkaian perlombaan sebagai salah satu
agenda utama sekaligus penutup program kerja organisasi.
Melalui
berbagai perlombaan, peserta mendapat kesempatan mengembangkan keterampilan
sesuai minat dan bidangnya. Lomba reporter dan film pendek, misalnya, menjadi
sarana mengasah kemampuan jurnalistik serta produksi konten audiovisual.
Sedangkan lomba dai dan daiyah ditujukan untuk mengembangkan keterampilan
dakwah dan komunikasi publik.
Keterlibatan
pelajar SLTA se-Jember juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Program
Studi KPI kepada calon mahasiswa. Melalui kegiatan tersebut, para pelajar
diharapkan semakin mengenal bidang keilmuan dan peluang pengembangan kompetensi
yang ditawarkan KPI UIN KHAS Jember.
Sementara
itu, pembukaan COMFEST 2026 berlangsung dengan konsep komunikasi multibahasa.
Pembawa acara menggunakan tiga bahasa, yakni Indonesia, Inggris, dan Madura.
Penggunaan bahasa tersebut sekaligus mencerminkan keberagaman budaya dan
pentingnya kemampuan berkomunikasi dengan audiens dari berbagai latar belakang.
COMFEST
2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana
mempertemukan mahasiswa, pelajar, praktisi media, dan pelaku usaha untuk
memperluas wawasan serta meningkatkan kreativitas dalam menghadapi perkembangan
industri komunikasi digital. (*)
Penulis: Rizky Hidayatullah
Fotografer: Rizky Hidayatullah
Editor: Abdul Choliq, Firdaus Dwi Cahyo