JEMBER, MEDICEN FADA — Dewan Eksekutif Mahasiswa
(Dema) Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN
KHAS) Jember menggelar Writing Workshop di Aula Perpustakaan Kampus, Senin
(5/10/2026). Kegiatan bertajuk "Bedah Tuntas Rahasia Proposal" ini
berfokus pada strategi penyusunan proposal kegiatan, sponsorship, dan skripsi
agar disetujui pihak terkait.
Workshop yang dimulai
pukul 13.00 WIB tersebut dihadiri puluhan mahasiswa dari berbagai program studi
di Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember. Acara ini menghadirkan akademisi dari Universitas Jember Arif, S.Sos., M.AP.,
sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Arif
menekankan bahwa penyusunan proposal penelitian atau skripsi harus bermula dari
identifikasi masalah yang jelas, bukan sekadar menentukan judul. Ia
mencontohkan fenomena tingginya ketergantungan mahasiswa terhadap kecerdasan
buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai salah satu isu yang relevan
diteliti.
"Langkah cepat dan
efektif membuat proposal penelitian mencakup empat poin utama: menemukan
masalah, menetapkan tujuan, menentukan metode atau alur linier, serta menjaga
konsistensi dari awal hingga akhir," ujarnya.
Arif juga membeberkan
konsep kebaruan (novelty). Menurutnya, sebuah penelitian tetap memiliki novelty
meski bertema sama dengan studi terdahulu, selama terdapat perbedaan pada aspek
masalah, lokasi, teori, atau metode penelitian. Ia menambahkan, penelitian yang
layak diangkat adalah penelitian yang membedakan antara kondisi ideal dan
realitas di lapangan.
Terkait proses akademik,
Arif membagikan kunci penting saat menjalani bimbingan dan ujian seminar
proposal (sempro).
"Kebenaran pertama
saat membuat proposal atau skripsi adalah kebenaran dosen pembimbing. Setelah
itu, baru kebenaran dosen penguji saat seminar proposal," tegasnya.
Selain proposal akademik,
workshop ini juga membedah penyebab proposal kegiatan dan sponsorship sering
ditolak. Arif menyebut tampilan sampul (cover) yang kurang menarik, isi yang
tidak fokus, serta ketiadaan penjelasan mengenai keuntungan timbal balik
(benefit) bagi pihak sponsor sebagai faktor utama penolakan.
Ketua Dema Fakultas
Dakwah, Rafly Zidan Ulinnuha, berharap workshop ini dapat mendorong mahasiswa
untuk mempraktikkan ilmu yang diperoleh secara langsung.
"Harapannya, melalui
kegiatan yang diselenggarakan fakultas ini, mahasiswa makin paham alur
pengerjaan proposal dan skripsi, lalu menyempurnakannya melalui aksi
nyata," tutur Zidan. (*)
Penulis:
Nurul Masitoh Karimah
Fotografer: Angelita Nur Fadilla
Editor: Abdul Choliq, Firdaus Dwi Cahyo