Dema Fada Bedah Rahasia Proposal, Ada 4 Point Penting, Apa Saja?

7 Oktober 2026, 06:35 | Admin Dakwah | 150 hits | Akademik

JEMBER, MEDICEN FADA — Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar Writing Workshop di Aula Perpustakaan Kampus, Senin (5/10/2026). Kegiatan bertajuk "Bedah Tuntas Rahasia Proposal" ini berfokus pada strategi penyusunan proposal kegiatan, sponsorship, dan skripsi agar disetujui pihak terkait.

Workshop yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut dihadiri puluhan mahasiswa dari berbagai program studi di Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember. Acara ini menghadirkan akademisi  dari Universitas Jember Arif, S.Sos., M.AP., sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Arif menekankan bahwa penyusunan proposal penelitian atau skripsi harus bermula dari identifikasi masalah yang jelas, bukan sekadar menentukan judul. Ia mencontohkan fenomena tingginya ketergantungan mahasiswa terhadap kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai salah satu isu yang relevan diteliti.

"Langkah cepat dan efektif membuat proposal penelitian mencakup empat poin utama: menemukan masalah, menetapkan tujuan, menentukan metode atau alur linier, serta menjaga konsistensi dari awal hingga akhir," ujarnya.

Arif juga membeberkan konsep kebaruan (novelty). Menurutnya, sebuah penelitian tetap memiliki novelty meski bertema sama dengan studi terdahulu, selama terdapat perbedaan pada aspek masalah, lokasi, teori, atau metode penelitian. Ia menambahkan, penelitian yang layak diangkat adalah penelitian yang membedakan antara kondisi ideal dan realitas di lapangan.

Terkait proses akademik, Arif membagikan kunci penting saat menjalani bimbingan dan ujian seminar proposal (sempro).

"Kebenaran pertama saat membuat proposal atau skripsi adalah kebenaran dosen pembimbing. Setelah itu, baru kebenaran dosen penguji saat seminar proposal," tegasnya.

Selain proposal akademik, workshop ini juga membedah penyebab proposal kegiatan dan sponsorship sering ditolak. Arif menyebut tampilan sampul (cover) yang kurang menarik, isi yang tidak fokus, serta ketiadaan penjelasan mengenai keuntungan timbal balik (benefit) bagi pihak sponsor sebagai faktor utama penolakan.

Ketua Dema Fakultas Dakwah, Rafly Zidan Ulinnuha, berharap workshop ini dapat mendorong mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu yang diperoleh secara langsung.

"Harapannya, melalui kegiatan yang diselenggarakan fakultas ini, mahasiswa makin paham alur pengerjaan proposal dan skripsi, lalu menyempurnakannya melalui aksi nyata," tutur Zidan. (*)

Penulis: Nurul Masitoh Karimah

Fotografer: Angelita Nur Fadilla

Editor: Abdul Choliq, Firdaus Dwi Cahyo

Berita Terbaru