Empat Mahasiswa Internasional Tanam Pohon di Fakultas Dakwah

1 September 2026, 16:37 | Admin Dakwah | 181 hits | Akademik

MEDICEN FADA – Agenda Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 di Fakultas Dakwah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember terasa istimewa dibandingkan fakultas lain. Pasalnya, ada empat mahasiswa baru dari luar negeri yang ikut menyemarakkan PBAK yang berlangsung Selasa pagi (1/9/2026).

Keempatnya diberi kesempatan dan kehormatan untuk melakukan tanam pohon bersama jajaran pimpinan Fakultas Dakwah. Para mahasiswa internasional itu, dua orang berasal dari Afganistan, masing-masing Arizo dari Prodi Psikologi Islam dan Bahram dari Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI). Seorang lagi Muhammad Jamilu asal Nigeria dari Prodi KPI dan Siti Nurhayati asal Thailand dari Prodi Bimbingan Konseling Islam (BKI).

‘’Selain empat mahasiswa itu, masih ada tiga mahasiswa baru lagi asal luar negeri kuliah di Fakultas Dakwah. Sekarang masih dalam perjalanan menuju Indonesia. Mereka berasal dari negara Yaman,’’ tandas Wakil Dekan 3 Fakultas Dakwah Dr. Ahmad Winarno, M.Pd.I.

Arezo menyambut positif dan mengaku senang bisa berpartisipasi langsung dalam aksi penanaman pohon ini. Ia bahkan berniat menantikan pohon yang ditanamnya hingga tumbuh besar.

"Pengalaman ini sangat berkesan karena saya belum pernah melakukan kegiatan serupa di Afghanistan. Ini menjadi ilmu baru yang sangat berharga tentang pentingnya menjaga kelestarian alam," ujar Arezo.


Dekan Fakultas Dakwah, Prof. Dr. Fawaizul Umam, M.Ag., bertindak sebagai pembina apel pembukaan PBAK di halaman depan Gedung A. Ia mendorong mahasiswa baru menjadi agen perubahan yang transformatif, cerdas, dan membebaskan sesuai dengan tagline Fakultas Dakwah.

Selanjutnya Fawaizul Umam menyampaikan tiga pesan penyemangat kepada mahasiswa baru. Menurutnya, jika ingin sukses dalam menempuh pendidikan di bangku perguruan tinggi, ada 3 hal yang harus dilakukan oleh  setiap mahasiswa baru. Pertama, banyak Membaca teks maupun konteks. Yaitu dengan sering meneliti, mengkaji, mengarifi dan menelaah berbagai realitas yang ada di masyarakat.

Kedua, harus banyak berdiskusi dengan siapapun. Berdiskusi akan memperkaya kosa kata dan pengetahuan Anda. ‘’Introvet boleh tapi harus tetap mau berdiskusi. Kalau menggossip bisa kenapa diskusi tidak bisa. Jadi jangan hanya bisa menggosip saja ya,’’ kelakarnya.

Ketiga, lanjutnya, mahasiswa harus rajin menulis. Dengan banyak membuat karya tulis, maka nama kita akan banyak dikenang. Termasuk Ketika kita sudah tiada. Dia mencontohkan beberapa ulama Islam seperti Imam Syafii, Imam Abu Hambali, Imam Malik, Imam Ghazali, dan lain-lain, namanya  terus dikenang karena punya karya tuisan.

‘’Meskipun sudah lewat 100-200 tahun mendatang, karya tulisan Anda masih akan terus dikenang. Jangan sampai yang dikenang dari kita hanya saatmomen khaul saja,’’ papar Fawaiz.

SeKegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri jajaran dekanat Fakultas Dakwah. Materi difokuskan pada pengenalan kehidupan akademik sekaligus membekali mahasiswa baru agar siap menjalani perkuliahan secara mandiri. (*)

Penulis: Nurul Masitoh Karimah

Fotografer: Qotrun Nada Mufarrohah & Lukman

Editor: Abdul Choliq, Firdaus Dwi Cahyo

 

Berita Terbaru