MEDICEN FADA – Agenda Pengenalan Budaya Akademik dan
Kemahasiswaan (PBAK) 2026 di Fakultas Dakwah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
terasa istimewa dibandingkan fakultas lain. Pasalnya, ada empat mahasiswa baru
dari luar negeri yang ikut menyemarakkan PBAK yang berlangsung Selasa pagi
(1/9/2026).
Keempatnya diberi kesempatan dan kehormatan untuk melakukan
tanam pohon bersama jajaran pimpinan Fakultas Dakwah. Para mahasiswa internasional
itu, dua orang berasal dari Afganistan, masing-masing Arizo dari Prodi Psikologi
Islam dan Bahram dari Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI). Seorang lagi
Muhammad Jamilu asal Nigeria dari Prodi KPI dan Siti Nurhayati asal Thailand dari
Prodi Bimbingan Konseling Islam (BKI).
‘’Selain empat mahasiswa itu, masih ada tiga mahasiswa baru lagi asal luar negeri kuliah di Fakultas Dakwah. Sekarang masih dalam perjalanan menuju Indonesia. Mereka berasal dari negara Yaman,’’ tandas Wakil Dekan 3 Fakultas Dakwah Dr. Ahmad Winarno, M.Pd.I.
Arezo menyambut positif dan mengaku senang bisa berpartisipasi
langsung dalam aksi penanaman pohon ini. Ia bahkan berniat menantikan pohon
yang ditanamnya hingga tumbuh besar.
"Pengalaman ini sangat berkesan karena saya belum pernah
melakukan kegiatan serupa di Afghanistan. Ini menjadi ilmu baru yang sangat
berharga tentang pentingnya menjaga kelestarian alam," ujar Arezo.
Dekan Fakultas Dakwah, Prof. Dr. Fawaizul Umam, M.Ag., bertindak sebagai pembina apel pembukaan PBAK di halaman depan Gedung A. Ia mendorong mahasiswa baru menjadi agen perubahan yang transformatif, cerdas, dan membebaskan sesuai dengan tagline Fakultas Dakwah.
Selanjutnya Fawaizul Umam menyampaikan tiga pesan penyemangat
kepada mahasiswa baru. Menurutnya, jika ingin sukses dalam menempuh pendidikan di
bangku perguruan tinggi, ada 3 hal yang harus dilakukan oleh setiap mahasiswa baru. Pertama, banyak Membaca
teks maupun konteks. Yaitu dengan sering meneliti, mengkaji, mengarifi dan
menelaah berbagai realitas yang ada di masyarakat.
Kedua, harus banyak berdiskusi dengan siapapun. Berdiskusi akan
memperkaya kosa kata dan pengetahuan Anda. ‘’Introvet boleh tapi harus tetap mau
berdiskusi. Kalau menggossip bisa kenapa diskusi tidak bisa. Jadi jangan hanya bisa
menggosip saja ya,’’ kelakarnya.
Ketiga, lanjutnya, mahasiswa harus rajin menulis. Dengan banyak
membuat karya tulis, maka nama kita akan banyak dikenang. Termasuk Ketika kita
sudah tiada. Dia mencontohkan beberapa ulama Islam seperti Imam Syafii, Imam Abu
Hambali, Imam Malik, Imam Ghazali, dan lain-lain, namanya terus dikenang karena punya karya tuisan.
‘’Meskipun sudah lewat 100-200 tahun mendatang, karya
tulisan Anda masih akan terus dikenang. Jangan sampai yang dikenang dari kita
hanya saatmomen khaul saja,’’ papar Fawaiz.
SeKegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri
jajaran dekanat Fakultas Dakwah. Materi difokuskan pada pengenalan kehidupan
akademik sekaligus membekali mahasiswa baru agar siap menjalani perkuliahan
secara mandiri. (*)
Penulis:
Nurul Masitoh Karimah
Fotografer:
Qotrun Nada Mufarrohah & Lukman
Editor:
Abdul Choliq, Firdaus Dwi Cahyo