Fakultas Dakwah Bekali Maba Jadi Mahasiswa Mandiri

1 September 2026, 19:24 | Admin Dakwah | 162 hits | Akademik

MEDICEN FADA – Mahasiswa baru Fakultas Dakwah (FADA) dibekali pemahaman tentang perubahan mentalitas dari siswa menjadi mahasiswa yang mandiri. Mereka juga dikenalkan dengan paradigma dakwah transformatif yang tidak sekadar menyampaikan pesan keagamaan, tetapi mampu menjawab persoalan masyarakat.

Pembekalan tersebut disampaikan dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Dakwah, Selasa (1/9/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dihadiri jajaran dekanat dan diikuti mahasiswa baru FADA.

Dekan Fakultas Dakwah Prof. Dr. Fawaizul Umam, M.Ag. menekankan pentingnya membangun paradigma dakwah yang transformatif, cerdas, dan membebaskan. Dakwah, menurut dia, harus mampu membawa perubahan dan membebaskan masyarakat dari cara pandang yang kaku, keterbelakangan, serta rasa rendah diri.

Pesan tersebut menjadi salah satu bekal bagi mahasiswa baru dalam memahami orientasi keilmuan yang akan mereka pelajari selama menjalani pendidikan di Fakultas Dakwah.

Sementara itu, Wakil Dekan I FADA Dr. Uun Yusufa, M.A. mengingatkan mahasiswa baru tentang pentingnya perubahan mentalitas ketika memasuki perguruan tinggi. Menjadi mahasiswa berbeda dengan ketika masih berstatus siswa.

Kehidupan kampus menuntut mahasiswa memiliki kemandirian dan kesadaran terhadap tanggung jawabnya. Berbagai aktivitas akademik tidak lagi semata-mata dijalankan karena perintah maupun paksaan, tetapi harus tumbuh dari kesadaran diri.

Untuk membantu peserta menyerap materi secara optimal, panitia juga menerapkan sejumlah aturan selama pembekalan. Mahasiswa diminta fokus mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa baru tidak diperbolehkan bermain HP, tidur, ataupun ramai,” ujar Denisa, salah seorang panitia PBAK.

Mahasiswa baru juga diwajibkan mencatat poin-poin penting dari materi yang disampaikan. Langkah tersebut dilakukan agar berbagai informasi mengenai kehidupan akademik dan kemahasiswaan dapat dipahami sekaligus menjadi pegangan ketika mereka mulai menjalani perkuliahan. (*)

Penulis: Nurul Masitoh Karimah
Fotografer: Qotrun Nada Mufarrohah & Lukman

Editor: Abdul Choliq, Firdaus Dwi Cahyo

 

Berita Terbaru