MEDICEN FADA – Mahasiswa baru Fakultas Dakwah (FADA) dibekali
pemahaman tentang perubahan mentalitas dari siswa menjadi mahasiswa yang
mandiri. Mereka juga dikenalkan dengan paradigma dakwah transformatif yang tidak
sekadar menyampaikan pesan keagamaan, tetapi mampu menjawab persoalan
masyarakat.
Pembekalan tersebut disampaikan dalam rangkaian
Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Dakwah, Selasa
(1/9/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dihadiri jajaran dekanat
dan diikuti mahasiswa baru FADA.
Dekan Fakultas Dakwah Prof. Dr. Fawaizul Umam,
M.Ag. menekankan pentingnya membangun paradigma dakwah yang transformatif,
cerdas, dan membebaskan. Dakwah, menurut dia, harus mampu membawa perubahan dan
membebaskan masyarakat dari cara pandang yang kaku, keterbelakangan, serta rasa
rendah diri.
Pesan tersebut menjadi salah satu bekal bagi
mahasiswa baru dalam memahami orientasi keilmuan yang akan mereka pelajari
selama menjalani pendidikan di Fakultas Dakwah.
Sementara itu, Wakil Dekan I FADA Dr. Uun Yusufa,
M.A. mengingatkan mahasiswa baru tentang pentingnya perubahan mentalitas ketika
memasuki perguruan tinggi. Menjadi mahasiswa berbeda dengan ketika masih
berstatus siswa.
Kehidupan kampus menuntut mahasiswa memiliki
kemandirian dan kesadaran terhadap tanggung jawabnya. Berbagai aktivitas
akademik tidak lagi semata-mata dijalankan karena perintah maupun paksaan,
tetapi harus tumbuh dari kesadaran diri.
Untuk membantu peserta menyerap materi secara
optimal, panitia juga menerapkan sejumlah aturan selama pembekalan. Mahasiswa
diminta fokus mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa baru tidak
diperbolehkan bermain HP, tidur, ataupun ramai,” ujar Denisa, salah seorang
panitia PBAK.
Mahasiswa baru juga diwajibkan mencatat poin-poin
penting dari materi yang disampaikan. Langkah tersebut dilakukan agar berbagai
informasi mengenai kehidupan akademik dan kemahasiswaan dapat dipahami
sekaligus menjadi pegangan ketika mereka mulai menjalani perkuliahan. (*)
Penulis: Nurul Masitoh Karimah
Fotografer: Qotrun Nada Mufarrohah & Lukman
Editor: Abdul Choliq, Firdaus Dwi
Cahyo