Film Pendek ‘ODUA’ Bawa UIN KHAS Jember Raih Juara II PORSI JAWARA 2026

12 September 2026, 16:48 | Admin Dakwah | 180 hits | Akademik

PEKALONGAN, MEDICENFADA – Film pendek berjudul ‘ODUA’ karya tiga mahasiswa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember meraih Juara II cabang film pendek pada PORSI JAWARA II 2026 di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Karya tersebut diproduksi oleh Bayu Pradana dan Moch Alfin Abdillah, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, bersama Hanan Desiyanti Suseno dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab.

‘ODUA’ menembus enam besar karya terbaik bersama film dari UIN Salatiga, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan UIN Sunan Kudus. PORSI JAWARA II 2026 berlangsung pada 9–13 September 2026 dan diikuti 18 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Jawa dan Madura.

Pada babak final, setiap tim tidak hanya menayangkan film, tetapi juga mempresentasikan gagasan di balik karya. Peserta harus menjelaskan alur cerita, pesan yang disampaikan, serta proses kreatif selama produksi, kemudian menjawab pertanyaan dewan juri.

Film ‘ODUA’ memperoleh penilaian positif pada sejumlah unsur teknis dan artistik, mulai dari kekuatan naskah, pengambilan gambar, penyuntingan, pencahayaan, hingga penampilan para pemeran. Capaian ini menunjukkan kemampuan mahasiswa UIN KHAS Jember mengemas pesan melalui cerita dan bahasa audiovisual.

Selain kualitas film, kemampuan menyampaikan gagasan dan kekompakan tim saat sesi tanya jawab turut menjadi bagian penting dalam penjurian. Aspek tersebut menjadi catatan pengembangan bagi tim UIN KHAS Jember untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

Hasil akhir menempatkan UIN Salatiga sebagai Juara I melalui film ‘Tumpeng’. UIN KHAS Jember meraih Juara II lewat ‘ODUA’, sedangkan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menempati Juara III melalui film ‘Nada yang Hampir Hilang’.

Raihan ini menegaskan daya saing mahasiswa UIN KHAS Jember dalam bidang produksi film pendek. Prestasi tersebut juga menjadi modal untuk terus memperkuat keterampilan bercerita, penguasaan teknis audiovisual, presentasi karya, dan kolaborasi tim. (*)

Penulis: Firdaus Dwi Cahyo

Foto: Firdaus Dwi Cahyo

Editor: Abdul Choliq, Firdaus Dwi Cahyo

Berita Terbaru