JEMBER,
MEDICEN FADA — Sekitar 185 calon yudisi Fakultas
Dakwah UIN KHAS Jember mengikuti workshop persiapan memasuki dunia kerja,
Selasa (15/9/2026), di Gedung Business Economic Center (BEC). Kegiatan yang
dibuka oleh Dekan Fakultas Dakwah, Prof. Dr. Fawaizul Umam, M.Ag., itu
membekali peserta dengan perencanaan karier, penyusunan CV, persiapan
wawancara, peluang magang luar negeri, hingga analisis potensi diri.
Workshop tersebut dirancang sebagai ruang
pembekalan bagi mahasiswa yang segera menyelesaikan studi. Tidak hanya
mempersiapkan kelulusan secara akademik, peserta juga diajak melihat lebih
konkret tantangan yang akan dihadapi ketika memasuki dunia profesional.
Materi pertama, “Perencanaan Karier dan
Menyiapkan Diri dalam Wawancara”, disampaikan oleh Ria Maretiyasari, S.Psi.,
M.Psi., Psikolog. Dalam sesi ini, peserta memperoleh gambaran mengenai
pentingnya menyusun arah karier sejak awal serta menyiapkan dokumen dan kemampuan
komunikasi yang dibutuhkan dalam proses rekrutmen.
Salah satu pembahasan yang ditekankan ialah
penyusunan curriculum vitae (CV). CV tidak hanya berfungsi sebagai daftar
riwayat pendidikan, tetapi juga menjadi media awal untuk memperkenalkan kompetensi
dan pengalaman kepada calon pemberi kerja. Karena itu, informasi yang
dicantumkan perlu disesuaikan dengan posisi yang dituju, termasuk pengalaman
organisasi, keterampilan, dan aktivitas lain yang relevan.
Persiapan kerja juga mencakup kemampuan menghadapi
wawancara. Pada tahap ini, calon pelamar perlu mampu menjelaskan pengalaman dan
kompetensinya secara jelas, menjawab pertanyaan secara relevan, serta
menunjukkan kesiapan terhadap posisi yang dilamar. Bagi calon yudisi,
pengalaman selama kuliah perlu diterjemahkan menjadi nilai tambah yang dapat
ditawarkan ketika memasuki dunia kerja.
Pembekalan kemudian dilanjutkan melalui
materi “Mengintip Dunia Kerja & Peluang Magang Luar Negeri” yang
disampaikan Dr. Honest Dody Molasy, S.Sos., M.A. Sesi ini memperluas wawasan
peserta mengenai dunia profesional sekaligus peluang memperoleh pengalaman
melalui program magang di luar negeri.
Pengalaman magang dipandang dapat menjadi
sarana untuk mengenal budaya kerja secara langsung, beradaptasi dengan
lingkungan yang berbeda, dan menguji kemampuan sebelum memasuki dunia
profesional secara penuh.
Sementara itu, Dr. Muhammad Muhib Alwi, M.A.
membawakan materi “Self Analysis”. Melalui sesi ini, peserta diajak mengenali
potensi, kemampuan, pengalaman, minat, serta aspek diri yang masih perlu
dikembangkan sebelum menentukan pilihan karier.
Pemahaman terhadap diri dinilai penting agar
calon lulusan tidak sekadar memilih pekerjaan berdasarkan ketersediaan, tetapi
juga mempertimbangkan kesesuaian antara kompetensi, minat, pengalaman, dan
kebutuhan dunia kerja.
Rangkaian materi tersebut menunjukkan bahwa
kesiapan kerja perlu dibangun sejak sebelum seseorang mengikuti proses
rekrutmen. Perencanaan karier, pengenalan diri, pengalaman, penyusunan CV,
hingga kemampuan mengomunikasikan kompetensi menjadi bagian yang saling
berkaitan dalam mempersiapkan langkah setelah lulus.
Pesan itu sejalan dengan perhatian Dekan
Fakultas Dakwah, Prof. Fawaizul Umam, yang menekankan bahwa mahasiswa tidak
cukup hanya membawa ijazah setelah menyelesaikan studi. Kesiapan mental juga
diperlukan agar lulusan mampu beradaptasi dengan tuntutan kehidupan pascakampus
dan dunia kerja.
Melalui workshop tersebut, Fakultas Dakwah
berupaya membantu calon yudisi memasuki masa transisi dari dunia kampus menuju
dunia profesional dengan persiapan yang lebih matang. Bagi sekitar 120 peserta,
kelulusan tidak hanya menjadi penanda berakhirnya kewajiban akademik, tetapi
juga awal untuk menentukan langkah karier berikutnya. (*)
Penulis: Rizky
Hidayatullah
Foto: Rizky Hidayatullah
Editor: Abdul Choliq, Firdaus Dwi
Cahyo