Dekan Fakultas Dakwah UIN KHAS Minta DPL Maksimal Kawal Mahasiswa PPL

30 Juni 2026, 07:15 | Admin Dakwah | 257 hits | Akademik

JEMBER, MEDICEN FADA – Pelaksanaan program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember terus dimatangkan. Koordinasi dengan berbagai pihak agar pelaksanaan PPL berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya terus diupayakan oleh panitia. Setelah koordinasi dengan pihak eksternal, Senin (29/6/2026) giliran panitia melakukan koordinasi internal dengan para dosen pembimbing lapangan (DPL) via daring.

Dalam arahannya, Dekan Fakultas Dakwah, Prof. Dr. Fawaizul Umam, M.Ag. berpesan, agar para DPL menjalankan tugas pendampingan mahasiswa secara sungguh-sungguh. Menurutnya, DPL memiliki peran penting dalam memastikan mahasiswa dapat mengikuti PPL dengan baik, disiplin, dan tetap menjaga nama baik almamater.

Prof. Fawaizul meminta DPL tidak hanya memantau kegiatan mahasiswa secara administratif, tetapi juga aktif memberikan arahan, pembinaan, dan nasihat selama mahasiswa berada di lokasi PPL. Hal itu penting agar mahasiswa mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan instansi tempat praktik serta menghindari berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun fakultas.

“DPL harus membimbing mahasiswa secara maksimal. Mahasiswa perlu terus diingatkan agar menjaga kedisiplinan, etika, dan nama baik almamater selama mengikuti PPL,” tandas Fawaiz.

Evaluasi pelaksanaan PPL tahun sebelumnya juga menjadi perhatian serius. Dekan menyinggung adanya kasus di lokasi PPL yang dinilai dapat merugikan nama baik Fakultas Dakwah serta berdampak pada kerja sama dengan institusi mitra. Bahkan, pada pelaksanaan PPL sebelumnya, Fakultas Dakwah sampai membentuk Majelis Kehormatan Mahasiswa untuk menangani kasus pelanggaran yang terjadi.

Karena itu, pelaksanaan PPL 2026 diharapkan dapat berjalan lebih tertib, terarah, dan profesional. DPL diminta lebih intensif memantau mahasiswa agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk pelanggaran etika baik yang dilakukan oleh mahasiswa maupun persoalan yang melibatkan pihak luar terhadap mahasiswa peserta PPL.

Selain menekankan peran DPL, Dekan Fakultas Dakwah juga meminta panitia PPL agar lebih responsif dalam menjalankan tugas kepanitiaan. Panitia tidak hanya diminta memastikan laporan akademik mahasiswa berjalan dengan baik, tetapi juga harus mampu menuntaskan laporan dan pertanggungjawaban kepanitiaan sesuai waktu serta ketentuan administrasi yang telah ditetapkan.

Pengalaman sebelumnya menjadi bahan evaluasi penting, terutama terkait penyelesaian laporan panitia yang dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan waktu dan standar administrasi yang digariskan. Karena itu, koordinasi, ketertiban dokumen, serta penyelesaian tugas kepanitiaan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan PPL tahun ini. “Dan, itu juga tidak bisa dilepaskan dari peran DPL dalam menyelesaikan tugasnya,” papar Fawaiz.

Sementara itu, Ketua Panitia PPL 2026 Dr. Muhammad Muhib Alwi, S.Psi., M.A., berjanji untuk memperbaiki kekurangan pelaksanaan tahun sebelumnya menjadi lebih baik. Salah satu upaya untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia menyiapkan aplikasi khusus yang akan mempermudah berbagai urusan terkait PPL. Aplikasi tersebut diharapkan dapat membantu pengelolaan kegiatan agar lebih efektif, tertata, dan tidak lagi dilakukan secara manual.

Pada tahun 2026, PPL Fakultas Dakwah akan diikuti oleh 473 mahasiswa. Mereka terdiri atas 120 mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), 33 mahasiswa Manajemen Dakwah (MD), 165 mahasiswa Psikologi Islam (PSI), 122 mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), serta 33 mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam (PMI).

Sebanyak 34 dosen akan bertugas sebagai DPL untuk mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan PPL, mulai 7 Juli hingga 7 September 2026. Para DPL tersebut akan memantau kegiatan mahasiswa yang tersebar di 120 instansi mitra.

Adapun lokasi PPL tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Jember sebanyak 55 instansi, Banyuwangi 12 instansi, Bondowoso 5 instansi, Lumajang 7 instansi, Probolinggo 7 instansi, Situbondo 1 instansi, Surabaya 14 instansi, Pasuruan 3 instansi, dan Malang 6 instansi.

Sebelum terjun ke lapangan, para mahasiswa peserta PPL akan mengikuti pembekalan terlebih dahulu pada 1-2 Juli 2026. Selanjutnya mereka sudah harus terjun ke lokasi PPL pada 6-7 Juli 2026. Pada 7 September 2026 para mahasiswa ditarik dari lokasi untuk Kembali ke kampus. Mahasiswa diberi kesempakan untuk menyelesaikan laporan pelaksanaan PPL selama seminggu dari 8-15 September. Kemudian di tanggal 18 September 2026 dilangsungkan ujian dari laporan yang telah dibuat mahasiswa.

Melalui rapat koordinasi ini, lanjut Muhib, pihaknya berharap pelaksanaan PPL 2026 dapat berjalan lebih baik, tertib, dan memberikan pengalaman pembelajaran lapangan yang bermakna bagi mahasiswa. “Selain itu, kegiatan PPL juga diharapkan semakin memperkuat kerja sama antara Fakultas Dakwah dengan berbagai instansi mitra,” pungkasnya. (*)

Penulis : Abdul Choliq

Foto     : Dok. Panitia

Editor  : Abdul Choliq, Firdaus Dwi C, Nuzul Ahadiyanto

Berita Terbaru