JEMBER, MEDICEN FADA – Pelaksanaan program Praktik
Pengalaman Lapangan (PPL) Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember terus dimatangkan. Koordinasi
dengan berbagai pihak agar pelaksanaan PPL berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya
terus diupayakan oleh panitia. Setelah koordinasi dengan pihak eksternal, Senin
(29/6/2026) giliran panitia melakukan koordinasi internal dengan para dosen
pembimbing lapangan (DPL) via daring.
Dalam arahannya, Dekan Fakultas Dakwah, Prof. Dr. Fawaizul Umam, M.Ag.
berpesan, agar para DPL menjalankan tugas pendampingan mahasiswa secara
sungguh-sungguh. Menurutnya, DPL memiliki peran penting dalam memastikan
mahasiswa dapat mengikuti PPL dengan baik, disiplin, dan tetap menjaga nama
baik almamater.
Prof. Fawaizul meminta DPL tidak hanya memantau kegiatan mahasiswa secara
administratif, tetapi juga aktif memberikan arahan, pembinaan, dan nasihat
selama mahasiswa berada di lokasi PPL. Hal itu penting agar mahasiswa mampu
menyesuaikan diri dengan lingkungan instansi tempat praktik serta menghindari
berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun fakultas.
“DPL harus membimbing mahasiswa secara maksimal. Mahasiswa perlu terus
diingatkan agar menjaga kedisiplinan, etika, dan nama baik almamater selama
mengikuti PPL,” tandas Fawaiz.
Evaluasi pelaksanaan PPL tahun sebelumnya juga menjadi perhatian serius.
Dekan menyinggung adanya kasus di lokasi PPL yang dinilai dapat merugikan nama
baik Fakultas Dakwah serta berdampak pada kerja sama dengan institusi mitra.
Bahkan, pada pelaksanaan PPL sebelumnya, Fakultas Dakwah sampai membentuk
Majelis Kehormatan Mahasiswa untuk menangani kasus pelanggaran yang terjadi.
Karena itu, pelaksanaan PPL 2026 diharapkan dapat berjalan lebih tertib,
terarah, dan profesional. DPL diminta lebih intensif memantau mahasiswa agar
tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk pelanggaran etika baik
yang dilakukan oleh mahasiswa maupun persoalan yang melibatkan pihak luar
terhadap mahasiswa peserta PPL.
Selain menekankan peran DPL, Dekan Fakultas Dakwah juga meminta panitia PPL
agar lebih responsif dalam menjalankan tugas kepanitiaan. Panitia tidak hanya
diminta memastikan laporan akademik mahasiswa berjalan dengan baik, tetapi juga
harus mampu menuntaskan laporan dan pertanggungjawaban kepanitiaan sesuai waktu
serta ketentuan administrasi yang telah ditetapkan.
Pengalaman sebelumnya menjadi bahan evaluasi penting, terutama terkait
penyelesaian laporan panitia yang dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan waktu
dan standar administrasi yang digariskan. Karena itu, koordinasi, ketertiban
dokumen, serta penyelesaian tugas kepanitiaan menjadi perhatian utama dalam
pelaksanaan PPL tahun ini. “Dan, itu juga tidak bisa dilepaskan dari peran DPL
dalam menyelesaikan tugasnya,” papar Fawaiz.
Sementara itu, Ketua Panitia PPL 2026 Dr. Muhammad Muhib Alwi, S.Psi., M.A.,
berjanji untuk memperbaiki kekurangan pelaksanaan tahun sebelumnya menjadi
lebih baik. Salah satu upaya untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia menyiapkan
aplikasi khusus yang akan mempermudah berbagai urusan terkait PPL. Aplikasi
tersebut diharapkan dapat membantu pengelolaan kegiatan agar lebih efektif,
tertata, dan tidak lagi dilakukan secara manual.
Pada tahun 2026, PPL Fakultas Dakwah akan diikuti oleh 473 mahasiswa. Mereka
terdiri atas 120 mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI),
33 mahasiswa Manajemen Dakwah (MD), 165 mahasiswa Psikologi Islam (PSI), 122
mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), serta 33 mahasiswa Pengembangan
Masyarakat Islam (PMI).
Sebanyak 34 dosen akan bertugas sebagai DPL untuk mendampingi mahasiswa
selama pelaksanaan PPL, mulai 7 Juli hingga 7 September 2026. Para DPL tersebut
akan memantau kegiatan mahasiswa yang tersebar di 120 instansi mitra.
Adapun lokasi PPL tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Jember sebanyak
55 instansi, Banyuwangi 12 instansi, Bondowoso 5 instansi, Lumajang 7 instansi,
Probolinggo 7 instansi, Situbondo 1 instansi, Surabaya 14 instansi, Pasuruan 3
instansi, dan Malang 6 instansi.
Sebelum terjun ke lapangan, para mahasiswa peserta PPL akan mengikuti pembekalan
terlebih dahulu pada 1-2 Juli 2026. Selanjutnya mereka sudah harus terjun ke
lokasi PPL pada 6-7 Juli 2026. Pada 7 September 2026 para mahasiswa ditarik
dari lokasi untuk Kembali ke kampus. Mahasiswa diberi kesempakan untuk
menyelesaikan laporan pelaksanaan PPL selama seminggu dari 8-15 September. Kemudian
di tanggal 18 September 2026 dilangsungkan ujian dari laporan yang telah dibuat
mahasiswa.
Melalui rapat koordinasi ini, lanjut Muhib, pihaknya berharap pelaksanaan
PPL 2026 dapat berjalan lebih baik, tertib, dan memberikan pengalaman
pembelajaran lapangan yang bermakna bagi mahasiswa. “Selain itu, kegiatan PPL
juga diharapkan semakin memperkuat kerja sama antara Fakultas Dakwah dengan
berbagai instansi mitra,” pungkasnya. (*)
Penulis : Abdul Choliq
Foto : Dok. Panitia
Editor : Abdul Choliq, Firdaus Dwi C, Nuzul Ahadiyanto