JEMBER, MEDICEN FADA - Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN
Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Prof. Dr. M. Khusna Amal, S.Ag., M.Si., meminta Praktik
Pengalaman Lapangan (PPL) dijadikan sebagai bagian dari proses pembelajaran
akademik di luar ruang kelas. Pesan itu disampaikan Amal di hadapan mahasiswa
saat upacara pembukaan dan pembekalan PPL Fakultas Dakwah Rabu (1/7/2026).
Upacara digelar di halaman Gedung Fakultas Dakwah UIN KHAS.
Menurutnya, PPL menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang
telah diperoleh selama perkuliahan. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan
mampu menguji kemampuan, memperluas pengalaman, serta memahami langsung
dinamika di masyarakat maupun lembaga tempat praktik,” tandas Amal.
Selanjutnya, Amal juga mengingatkan mahasiswa agar menjaga etika,
kedisiplinan, tanggung jawab, dan nama baik almamater selama menjalani PPL.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya membawa diri sendiri, tetapi juga membawa
nama Fakultas Dakwah dan UIN KHAS Jember.
“Selain sebagai kewajiban akademik, PPL juga diharapkan menjadi sarana untuk
membangun kepekaan sosial, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan mahasiswa
menghadapi dunia kerja dan pengabdian masyarakat,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, papar Amal, mahasiswa Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember
diharapkan mampu menunjukkan sikap profesional, santun dalam berkomunikasi,
serta bisa memberikan kontribusi positif di lokasi pelaksanaan PPL.
Kegiatan PPL Fakultas Dakwah tahun ini diikuti oleh 473 mahasiswa. Mereka
terdiri atas 120 mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI),
33 mahasiswa Manajemen Dakwah (MD), 165 mahasiswa Psikologi Islam (PSI), 122
mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), serta 33 mahasiswa Pengembangan
Masyarakat Islam (PMI).
Sebanyak 34 dosen akan bertugas sebagai DPL untuk mendampingi mahasiswa
selama pelaksanaan PPL, mulai 7 Juli hingga 7 September 2026. Para DPL tersebut
akan memantau dan mendampingi kegiatan mahasiswa yang tersebar di lebih dari 100
instansi mitra.
Adapun lokasi PPL tersebar di 11 wilayah. Masing-masing Jember sebanyak 55
instansi, Banyuwangi 12 instansi, Bondowoso 5 instansi, Lumajang 7 instansi,
Probolinggo 7 instansi, Situbondo 1 instansi, Surabaya 14 instansi, Pasuruan 3
instansi, Kediri 1 instansi, Mojokerto 1 instansi dan Malang 6 instansi. (*)
Penulis : Abdul Choliq
Foto : Firdaus Dwi Cahyo
Editor : Abdul Choliq, Firdaus Dwi Cahyo, Nuzul
Ahadiyanto