Fakultas Dakwah UIN KHAS Bekali Mahasiswa Lewat Dakwah Transformatif

21 September 2026, 19:43 | Admin Dakwah | 159 hits | Akademik

JEMBER, MEDIACEN FADA – Perkembangan teknologi digital telah mengubah banyak hal. Bukan hanya cara manusia berkomunikasi, tetapi juga cara berpikir, membangun relasi, hingga mencari dan menerima pesan-pesan keagamaan.

 

Perubahan itu menjadi perhatian Fakultas Dakwah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember melalui Studium General bertema “Menjaga Fitrah di Era Disrupsi: Dakwah Transformatif sebagai Benteng Moderasi Beragama”, Senin (21/9/2026).

 

Digelar di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) UIN KHAS Jember, kegiatan tersebut diikuti dosen, mahasiswa, dan sivitas akademika Fakultas Dakwah.

 

Dua narasumber dihadirkan untuk membedah tantangan generasi muda di tengah derasnya perubahan digital dari perspektif dakwah dan psikologi. Prof. Dr. H. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., membawakan materi “Disrupsi Otoritas dan Pergeseran Demografi Dakwah.”

 

Dalam pemaparannya, ia mengulas perubahan medan dakwah kontemporer, terutama ketika generasi muda semakin aktif berada di ruang digital yang terus berkembang. Kondisi tersebut membuat pola penyampaian dan penerimaan pesan keagamaan ikut berubah. Dakwah pun dituntut mampu membaca karakter generasi serta perkembangan ruang komunikasi baru.

 

Sementara itu, psikolog Nadia Maria, S.Psi., M.Psi., membahas sisi lain disrupsi melalui materi “Tantangan Psikososial di Era Disrupsi Digital: Ketika Teknologi Mengubah Cara Manusia Berpikir, Merasa, dan Berelasi.”

 

Materinya menyoroti pengaruh perkembangan teknologi terhadap pola pikir, emosi, dan hubungan sosial manusia.

 

Mahasiswa Lima Prodi Ikut Adu Gagasan

 

Studium General tidak berhenti pada penyampaian materi. Mahasiswa juga mendapat ruang untuk berdialog langsung dengan para narasumber.

 

Lima mahasiswa yang mewakili Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Manajemen Dakwah (MD), Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), serta Psikologi Islam (PI) menyampaikan pertanyaan dalam sesi diskusi.

 

Beragam pertanyaan yang muncul menunjukkan tingginya perhatian mahasiswa terhadap isu-isu dakwah dan kehidupan sosial di era digital. Panitia pun memberikan reward kepada lima mahasiswa yang memperoleh kesempatan bertanya sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

 

Nadia Maria: Jadilah Pembelajar Sejati


Antusiasme mahasiswa mendapat apresiasi dari Nadia Maria. Ia berharap semangat belajar tersebut tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.


“Saya bangga dengan semangat belajar teman-teman di forum Studium General ini. Semoga teman-teman tetap menjadi pembelajar sejati,” ujar Nadia. Pesan tersebut mendapat respons positif dari mahasiswa.

 

Moh Faril Fathi, mahasiswa baru Program Studi KPI angkatan 2026, mengaku materi yang disampaikan dekat dengan persoalan yang dihadapi generasinya.


“Saya sangat senang dengan materi yang dibahas karena benar-benar relate dengan era sekarang. Sebagai Gen Z, saya jadi punya rencana untuk diri saya ke depannya,” ungkap Faril.

 

Pernyataan Faril menunjukkan bahwa pembahasan dalam Studium Generale tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk merefleksikan cara mereka menghadapi perkembangan zaman.

 

Perkuat Dakwah Transformatif

 

Sebelum sesi materi, peserta juga menyaksikan profil Fakultas Dakwah sebagai fakultas yang berfokus pada pengembangan keilmuan dakwah transformatif berbasis kearifan lokal.

 

Studium Generale menjadi bagian dari upaya memperkuat wawasan mahasiswa agar mampu membaca perubahan masyarakat sekaligus tetap memiliki pijakan keilmuan dalam menghadapi era digital.

 

Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan penyerahan cenderamata kepada kedua narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka. (*)

 

Penulis: Amaliyatul Khoiroh

Fotografer: Sandy Syarif

Editor: Abdul Choliq, Firdaus Dwi Cahyo

Berita Terbaru