JEMBER, MEDIACEN FADA – Perkembangan teknologi digital telah mengubah banyak hal. Bukan hanya cara manusia berkomunikasi, tetapi juga cara berpikir, membangun relasi, hingga mencari dan menerima pesan-pesan keagamaan.
Perubahan itu menjadi perhatian Fakultas Dakwah UIN Kiai Haji Achmad
Siddiq (UIN KHAS) Jember melalui Studium General bertema “Menjaga Fitrah di Era
Disrupsi: Dakwah Transformatif sebagai Benteng Moderasi Beragama”, Senin
(21/9/2026).
Digelar di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) UIN KHAS Jember, kegiatan
tersebut diikuti dosen, mahasiswa, dan sivitas akademika Fakultas Dakwah.
Dua narasumber dihadirkan untuk membedah tantangan generasi muda di
tengah derasnya perubahan digital dari perspektif dakwah dan psikologi. Prof.
Dr. H. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., membawakan materi “Disrupsi Otoritas dan
Pergeseran Demografi Dakwah.”
Dalam pemaparannya, ia mengulas perubahan medan dakwah kontemporer, terutama
ketika generasi muda semakin aktif berada di ruang digital yang terus
berkembang. Kondisi tersebut membuat pola penyampaian dan penerimaan pesan
keagamaan ikut berubah. Dakwah pun dituntut mampu membaca karakter generasi
serta perkembangan ruang komunikasi baru.
Sementara itu, psikolog Nadia Maria, S.Psi., M.Psi., membahas sisi lain
disrupsi melalui materi “Tantangan Psikososial di Era Disrupsi Digital: Ketika
Teknologi Mengubah Cara Manusia Berpikir, Merasa, dan Berelasi.”
Materinya menyoroti pengaruh perkembangan teknologi terhadap pola pikir,
emosi, dan hubungan sosial manusia.
Mahasiswa Lima Prodi Ikut Adu Gagasan
Studium General tidak berhenti pada penyampaian materi. Mahasiswa juga
mendapat ruang untuk berdialog langsung dengan para narasumber.
Lima mahasiswa yang mewakili Program Studi Komunikasi dan Penyiaran
Islam (KPI), Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Manajemen Dakwah (MD),
Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), serta Psikologi Islam (PI) menyampaikan
pertanyaan dalam sesi diskusi.
Beragam pertanyaan yang muncul menunjukkan tingginya perhatian mahasiswa
terhadap isu-isu dakwah dan kehidupan sosial di era digital. Panitia pun
memberikan reward kepada lima mahasiswa yang memperoleh kesempatan
bertanya sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Nadia Maria: Jadilah Pembelajar Sejati
Antusiasme mahasiswa mendapat apresiasi dari Nadia Maria. Ia berharap
semangat belajar tersebut tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.
“Saya bangga dengan semangat belajar teman-teman di forum Studium General
ini. Semoga teman-teman tetap menjadi pembelajar sejati,” ujar Nadia. Pesan
tersebut mendapat respons positif dari mahasiswa.
Moh Faril Fathi, mahasiswa baru Program Studi KPI angkatan 2026, mengaku materi yang disampaikan dekat dengan persoalan yang dihadapi generasinya.
“Saya
sangat senang dengan materi yang dibahas karena benar-benar relate
dengan era sekarang. Sebagai Gen Z, saya jadi punya rencana untuk diri saya ke
depannya,” ungkap Faril.
Pernyataan Faril menunjukkan bahwa pembahasan dalam Studium Generale
tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk merefleksikan
cara mereka menghadapi perkembangan zaman.
Perkuat Dakwah Transformatif
Sebelum sesi materi, peserta juga menyaksikan profil Fakultas Dakwah
sebagai fakultas yang berfokus pada pengembangan keilmuan dakwah transformatif
berbasis kearifan lokal.
Studium Generale menjadi bagian dari upaya memperkuat wawasan mahasiswa
agar mampu membaca perubahan masyarakat sekaligus tetap memiliki pijakan
keilmuan dalam menghadapi era digital.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan penyerahan cenderamata kepada
kedua narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka. (*)
Penulis: Amaliyatul Khoiroh
Fotografer: Sandy Syarif
Editor: Abdul Choliq, Firdaus Dwi Cahyo