Kreator Jember Bagikan Rumus ATM ke Mahasiswa Fada

22 September 2026, 21:11 | Admin Dakwah | 170 hits | Akademik

JEMBER, MEDIACEN FADA – Membuat konten kini mudah. Tantangannya adalah bagaimana membuat konten tetap dilirik di tengah padatnya persaingan media sosial. Persoalan itulah yang dibedah konten kreator asal Jember, Nasion Patriotik, saat berbagi pengalaman dengan mahasiswa Fakultas Dakwah (Fada) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Selasa (22/9/2026).

 

Dalam Pelatihan Bakat dan Minat Mahasiswa yang digelar selama dua hari, 22–23 September 2026, Nasion mengajak mahasiswa memahami cara membuat konten yang tidak hanya sesuai idealisme kreator, tetapi juga mampu menjawab selera audiens.

 

“Buatlah konten yang disukai oleh audiens,” pesannya kepada peserta. Kalimat sederhana itu menjadi salah satu kunci yang ditekankan dalam pelatihan bertema “Bagaimana Agar Konten yang Dibuat Bisa Selalu Mendapat Tempat di Media Sosial” tersebut.

 

Kenalkan Rumus ATM

 

Nasion juga membagikan cara praktis bagi mahasiswa yang ingin mulai serius membuat konten. Salah satunya menggunakan metode ATM: Amati, Tiru, dan Modifikasi.

 

Melalui metode tersebut, mahasiswa diajak mengamati tren dan konten yang sedang berkembang, mempelajari pola yang berhasil menarik perhatian audiens, kemudian memodifikasinya dengan kreativitas dan karakter sendiri. Artinya, mengikuti tren tidak harus membuat kreator kehilangan identitas.

 

Dalam sesi pelatihan, Nasion juga mengajak peserta membedah sejumlah konten lama yang sempat kehilangan daya tarik. Konten-konten tersebut dijadikan bahan belajar untuk memahami mengapa sebuah karya dapat menarik perhatian pada satu waktu, tetapi kemudian meredup.

 

Pembahasan itu sekaligus menunjukkan bahwa persaingan di dunia digital menuntut kreator terus belajar membaca perubahan perilaku audiens.

 

Idealisme Harus Bertemu Selera Audiens

 

Salah satu tantangan yang dibahas adalah tarik-menarik antara idealisme kreator dan keinginan pasar. Kreator memang perlu memiliki karakter dan gagasan sendiri. Namun, konten yang dibuat juga harus mempertimbangkan siapa yang akan menonton dan apa yang dibutuhkan audiens.

 

Materi tersebut terasa dekat dengan mahasiswa Fakultas Dakwah, khususnya mereka yang berkecimpung dalam bidang komunikasi dan media.

 

Muhammad Revo Ramdani, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), mengaku memperoleh pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Setelah mengikuti pelatihan tadi, saya merasa sangat senang karena mendapat ilmu baru,” ujarnya.

 

Antusiasme juga terlihat dalam sesi tanya jawab. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi ketika mulai memproduksi konten untuk media sosial.

 

Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Digital

 

Pelatihan Bakat dan Minat Mahasiswa berlangsung di lingkungan Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Kegiatan tersebut dihadiri Dekan Fakultas Dakwah Prof. Dr. Fawaizul Umam, M.Ag., Wakil Dekan II Dr. Achmad Fathor Rosyid, M.Si., Wakil Dekan III Dr. Ahmad Winarno, M.Pd.I., dosen, serta mahasiswa.

 

Dengan dipandu Pendik sebagai moderator, pelatihan dikemas secara santai dan interaktif sehingga mahasiswa dapat berdiskusi langsung mengenai dunia kreator dan persaingan konten di media sosial.

 

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi konsumen media digital, tetapi juga mampu menghasilkan konten yang kreatif, relevan, dan mempunyai karakter.

 

Penulis: Nurul Masitoh Karimah
Fotografer: Sandy Syarif

Editor: Abdul Choliq, Firdaus Dwi Cahyo

Berita Terbaru