JEMBER,
MEDIACEN FADA –
Psikologi kerap dipahami secara sederhana sebagai ilmu untuk membaca karakter
seseorang atau memberi label terhadap kondisi tertentu. Padahal, pemahaman
seperti itu belum tentu sesuai dengan konsep psikologi secara ilmiah.
Persoalan
tersebut menjadi bahasan dalam Seminar Nasional yang digelar Himpunan Mahasiswa
Program Studi Psikologi Islam (HMPS PI) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS)
Jember di Transmall Jember, Minggu (27/9/2026).
Mengangkat
tema “Memikirkan Psikologi yang Tidak Berguna atau Disalahpahami”, seminar
tersebut mengajak peserta melihat kembali cara psikologi dipahami dan digunakan
dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan
menghadirkan Afifah Nuha Nandela, S.Psi., M.Psi., Psikolog sebagai pemateri.
Mahasiswa dan peserta dari berbagai kalangan yang memiliki ketertarikan
terhadap psikologi turut mengikuti kegiatan tersebut.
Pembahasan
tidak hanya berkutat pada teori. Peserta juga diajak mencermati berbagai anggapan
tentang psikologi yang berkembang di masyarakat, tetapi tidak selalu sejalan
dengan pemahaman ilmiah.
Ketua
HMPS Psikologi Islam UIN KHAS Jember, Muhlisin Ar Rohman, mengatakan seminar
tersebut dirancang untuk membuka kembali cara pandang mahasiswa terhadap
psikologi.
“Melalui
seminar ini, kami ingin mengajak peserta untuk tidak hanya menerima psikologi
sebagaimana yang selama ini sering dipahami, tetapi juga berani mempertanyakan,
mengkritisi, dan memahami kembali psikologi secara lebih utuh,” ujar Muhlisin.
Menurut
dia, psikologi tidak semestinya dipahami hanya sebagai alat untuk memberikan
label atau menilai seseorang secara sederhana.
“Harapannya,
kegiatan ini bisa memberikan perspektif baru dan membuat kita semakin sadar
bahwa psikologi bukan sekadar tentang memberikan label atau membaca seseorang,”
lanjutnya.
Muhlisin
menilai mahasiswa psikologi memiliki peran penting dalam menyampaikan
pengetahuan psikologi kepada masyarakat secara tepat. Pemahaman yang kurang
utuh justru berpotensi menimbulkan kesalahpahaman terhadap persoalan
psikologis.
Karena
itu, mahasiswa diharapkan mampu melihat persoalan psikologi secara lebih
objektif dan sesuai konteks.
Seminar
tersebut mendapat respons positif dari peserta. Ferlita, mahasiswa Psikologi
UIN KHAS Jember, mengaku memperoleh sudut pandang baru setelah mengikuti
kegiatan.
“Menurut
saya, seminar ini menarik karena kita diajak melihat psikologi dari sudut
pandang yang berbeda. Selama ini banyak hal tentang psikologi yang sering
disalahpahami oleh masyarakat, sehingga pembahasan seperti ini menurut saya
penting untuk mahasiswa psikologi,” ungkap Ferlita.
Ia
berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih sering dengan topik yang semakin
beragam dan dekat dengan persoalan mahasiswa maupun masyarakat.
Menurut
Ferlita, seminar ke depan juga dapat diperkuat dengan lebih banyak diskusi
maupun studi kasus agar peserta tidak hanya menjadi pendengar.
“Sarannya
mungkin bisa ditambah sesi diskusi atau studi kasus yang lebih banyak, supaya
peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga bisa ikut berdiskusi dan
menerapkan apa yang didapat,” tambahnya.
Antusiasme
peserta terlihat selama seminar berlangsung. Selain mendengarkan pemaparan
materi, peserta memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, pandangan,
maupun pengalaman terkait cara memahami psikologi dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui
seminar nasional tersebut, HMPS Psikologi Islam berharap mahasiswa dan
masyarakat semakin mampu memahami psikologi secara kritis, ilmiah, dan
kontekstual.
Dengan
pemahaman yang lebih tepat, psikologi diharapkan tidak lagi sekadar dibaca
melalui stigma atau anggapan populer, tetapi ditempatkan sesuai fungsi dan
keilmuannya.
Penulis: Doni Rian Permana
Fotografer: Layli Mayang Sari
Editor: Abdul Choliq, Firdaus Dwi Cahyo