HMPS PI UIN KHAS Bedah Salah Kaprah tentang Psikologi

28 September 2026, 05:17 | Admin Dakwah | 167 hits | Akademik

JEMBER, MEDIACEN FADA – Psikologi kerap dipahami secara sederhana sebagai ilmu untuk membaca karakter seseorang atau memberi label terhadap kondisi tertentu. Padahal, pemahaman seperti itu belum tentu sesuai dengan konsep psikologi secara ilmiah.

Persoalan tersebut menjadi bahasan dalam Seminar Nasional yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi Psikologi Islam (HMPS PI) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember di Transmall Jember, Minggu (27/9/2026).

Mengangkat tema “Memikirkan Psikologi yang Tidak Berguna atau Disalahpahami”, seminar tersebut mengajak peserta melihat kembali cara psikologi dipahami dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan menghadirkan Afifah Nuha Nandela, S.Psi., M.Psi., Psikolog sebagai pemateri. Mahasiswa dan peserta dari berbagai kalangan yang memiliki ketertarikan terhadap psikologi turut mengikuti kegiatan tersebut.

Pembahasan tidak hanya berkutat pada teori. Peserta juga diajak mencermati berbagai anggapan tentang psikologi yang berkembang di masyarakat, tetapi tidak selalu sejalan dengan pemahaman ilmiah.

Ketua HMPS Psikologi Islam UIN KHAS Jember, Muhlisin Ar Rohman, mengatakan seminar tersebut dirancang untuk membuka kembali cara pandang mahasiswa terhadap psikologi.

“Melalui seminar ini, kami ingin mengajak peserta untuk tidak hanya menerima psikologi sebagaimana yang selama ini sering dipahami, tetapi juga berani mempertanyakan, mengkritisi, dan memahami kembali psikologi secara lebih utuh,” ujar Muhlisin.

Menurut dia, psikologi tidak semestinya dipahami hanya sebagai alat untuk memberikan label atau menilai seseorang secara sederhana.

“Harapannya, kegiatan ini bisa memberikan perspektif baru dan membuat kita semakin sadar bahwa psikologi bukan sekadar tentang memberikan label atau membaca seseorang,” lanjutnya.

Muhlisin menilai mahasiswa psikologi memiliki peran penting dalam menyampaikan pengetahuan psikologi kepada masyarakat secara tepat. Pemahaman yang kurang utuh justru berpotensi menimbulkan kesalahpahaman terhadap persoalan psikologis.

Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu melihat persoalan psikologi secara lebih objektif dan sesuai konteks.

Seminar tersebut mendapat respons positif dari peserta. Ferlita, mahasiswa Psikologi UIN KHAS Jember, mengaku memperoleh sudut pandang baru setelah mengikuti kegiatan.

“Menurut saya, seminar ini menarik karena kita diajak melihat psikologi dari sudut pandang yang berbeda. Selama ini banyak hal tentang psikologi yang sering disalahpahami oleh masyarakat, sehingga pembahasan seperti ini menurut saya penting untuk mahasiswa psikologi,” ungkap Ferlita.

Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih sering dengan topik yang semakin beragam dan dekat dengan persoalan mahasiswa maupun masyarakat.

Menurut Ferlita, seminar ke depan juga dapat diperkuat dengan lebih banyak diskusi maupun studi kasus agar peserta tidak hanya menjadi pendengar.

“Sarannya mungkin bisa ditambah sesi diskusi atau studi kasus yang lebih banyak, supaya peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga bisa ikut berdiskusi dan menerapkan apa yang didapat,” tambahnya.

Antusiasme peserta terlihat selama seminar berlangsung. Selain mendengarkan pemaparan materi, peserta memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, pandangan, maupun pengalaman terkait cara memahami psikologi dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui seminar nasional tersebut, HMPS Psikologi Islam berharap mahasiswa dan masyarakat semakin mampu memahami psikologi secara kritis, ilmiah, dan kontekstual.

Dengan pemahaman yang lebih tepat, psikologi diharapkan tidak lagi sekadar dibaca melalui stigma atau anggapan populer, tetapi ditempatkan sesuai fungsi dan keilmuannya.

Penulis: Doni Rian Permana
Fotografer: Layli Mayang Sari

Editor: Abdul Choliq, Firdaus Dwi Cahyo

Berita Terbaru