KUPI Halaqah di UIN KHAS Bahas Hak Lansia dan Penyandang Disabilitas

20 Oktober 2026, 18:22 | admin2 | 132 hits | Akademik

JEMBER, MEDICEN FADA – Pusat Pendidikan dan Informasi Islam dan Hak-Hak Perempuan Rahima, menggelar Halaqah Komunitas menjelang Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) III di Aula Lantai II Fakultas Dakwah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember, Selasa (20/10). Mengusung tema “Meneguhkan Gerakan Ulama Perempuan yang Berdaulat dan Membumi”, forum ini membahas penguatan peran ulama perempuan dalam memperjuangkan hak lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.

Halaqah tersebut menjadi ruang dialog bagi organisasi masyarakat, komunitas perempuan, dan kalangan perguruan tinggi untuk memperkuat kolaborasi dalam memperjuangkan keadilan sosial. Perhatian utama diarahkan pada penghormatan, perlindungan, aksesibilitas, dan kesempatan bagi lansia serta penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Wakil Rektor I UIN KHAS Jember, Prof. Dr. M. Khusna Amal, S.Ag., M.Si., yang membuka kegiatan tersebut, menekankan pentingnya kontribusi perempuan dalam menciptakan kedamaian, mengembangkan keilmuan, dan membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.

Menurut Khusna Amal, perempuan memiliki peran penting dalam menghadirkan suasana damai dan membangun hubungan sosial yang harmonis. Perempuan juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas keilmuan serta membentuk generasi penerus peradaban.

Ia menekankan pentingnya semangat saling asah dan saling asuh sebagai landasan untuk berbagi pengetahuan, memperkuat kepedulian, dan membangun hubungan yang saling mendukung di tengah masyarakat.

Selain Wakil Rektor I, kegiatan tersebut dihadiri Dekan Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Fawaizul Umam, M.Ag., dan Wakil Dekan II Fakultas Dakwah, Dr. Achmad Fathor Rosyid, S.Sos., M.Si. Peserta halaqah berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan, komunitas Gerakan Perempuan Peduli, serta perguruan tinggi.

Dalam pembahasannya, halaqah menempatkan persoalan lansia dan penyandang disabilitas sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Pemenuhan hak kedua kelompok tersebut tidak hanya berkaitan dengan bantuan sosial, tetapi juga mencakup upaya menghilangkan stigma, mengurangi hambatan akses, dan memastikan keterlibatan mereka dalam kehidupan masyarakat.

Melalui forum ini, gerakan ulama perempuan didorong untuk mengembangkan pemahaman keagamaan yang berpihak pada keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Nilai-nilai keislaman diharapkan dapat diwujudkan melalui pendampingan, advokasi, dan penguatan kepedulian terhadap kelompok rentan.

Keterlibatan berbagai organisasi dan komunitas juga diharapkan dapat memperluas jejaring kerja sama dalam merespons kebutuhan lansia dan penyandang disabilitas. Pertukaran pengalaman antarpeserta menjadi salah satu upaya membangun gerakan perempuan yang lebih dekat dengan persoalan nyata masyarakat.

Menjelang KUPI III, halaqah ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kesadaran, solidaritas, dan kolaborasi lintas komunitas. Adapun rumusan rekomendasi maupun program tindak lanjut akan bergantung pada hasil kesepakatan peserta dan penyelenggara.

Penulis: Rizky Hidayatullah
Foto: Rizky Hidayatullah
Editor: Abdul Choliq, Firdaus Dwi Cahyo

Berita Terbaru